Ternyata Ini Rahasia Sederhana Agar Tanam Cabe di Pot Berbuah Lebat !!

Cabai rawit merupakan salah satu jenis sayuran yang harganya sangat fluktuatif, kadang mahal kadang juga murah. Ketika harga murah mungkin tidak ada masalah dengan pengeluaran untuk membeli cabai rawit. Tetapi ketika harganya menjulang sampai 100 ribu perkilo, cabai rawit rasanya menjadi berkali-kali lipat pedasnya. Rasa pedas cabai rawit ketika harganya mahal bukan hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga dirasakan oleh petani, keuntungan yang mereka peroleh menjadi sangat pedas. Nah, kalau tidak ingin mengeluh saat harga cabai mahal, yuk kita tanam sendiri di rumah.


Jika tidak punya cukup lahan, anda bisa menanam cabai rawit di pot atau polybag. Banyak keuntungan jika anda memiliki hobi berkebun, diantaranya adalah lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan asri, memanfaatkan waktu luang dengan cara yang bermanfaat, dan setidaknya anda bisa berswasembada pangan sendiri, syukur-syukur tetangga juga bisa ikut menikmati hasil kebun anda.

Cara menanam cabe rawit di rumah sangat mudah dilakukan, anda dapat memilih sendiri media tanam yang disukai seperti di dalam pot maupun polybag, atau anda juga bisa menanamnya langsung di tanah pekarangan rumah.Salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah cabe kerting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabe keriting dalam polybag.

Pemilihan benih

Di pasaran banyak macam varietas cabe keriting, mulai dari hibrida hingga varietas lokal. Cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabe hibrida dianjurkan dirawat dengan produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, hingga Tanah Karo, Sumatera Utara.

Saat ini terdapat varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual dalam kemasan kaleng seperti tampar yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabe keriting lokal lebih sederhana dan anti ribet dibanding cara menanam cabe hibrida. Cabe lokal lebih adaptif dengan kondidi lingkungan dibanding cabe hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dari hibrida.

Penyemaian benih


Cara menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.

Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan baca cara membuat media persemaian. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabe dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan
ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai

Penyiapan media tanam

Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang.

Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.

Pemindahan bibit

Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.

Pemeliharaan dan perawatan

Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.

Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
Pengajiran, setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.

Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.

Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabe organik gunakan pestisida alami, silahkan lihat di cara membuat pestisida organik.

Pemanenan

Umur cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.

Tutorial cara menanam cabe ini cocok diterapkan pada pertanian sekala kecil atau lahan pekarangan. Bisa diterapkan juga untuk pertanian vertikultur atau urban farming. Semoga bermanfaat.
Read More

Tips Sukses Budidaya Jambu Air Dalam Pot

Dasar Pertanian - Budidaya jambu air dalam polybag menjadi pilihan terbaik jika anda ingin berhasil dalam menanam jambu air. Poybag merupakan media tanam yang umumnya berbentuk plastik yang memiliki ukuran dan type yang berbeda-beda. Menanam jambu air dalam polybag sangat mudah dan menguntungkan bagi kita. Lagi pula tanaman ini sangat dianjurkan dibudidayakan dalam polybag atau pot. Jika ditanam diluar pot dan diluar polybag, besar kemungkinan hasil buah jambu air tidak manis. Memang ada sebagian jenis jambu air yang meskipun ditanam diluar pot dan luar polybag tetap manis, namun itu harus bibit jambu yang benar-benar berkualitas.


Jambu air ini memiliki banyak jenis atau varietas, salah satu jenis jambu air yang sangat populer adalah jambu madu. Dikatakan jambu madu karena jenis jambu air yang satu ini memang memiliki ciri khas rasa buah yang manis sekali. Sudah banyak bibit jambu madu yang dijual dan anda bisa membelinya dengan mudah.
Artikel menarik lainnya : Panduan Sukses Budidaya Jambu Madu

Kalau kita berbicara masalah jambu air, tentu anda semua ingin memiliki kebun jambu air sendiri dan menanam dipekarangan rumah anda. Lalu bagaimana cara agar sukses budidaya jambu air dirumah? Salah satu tips sukses budidaya jambu air adalah menggunakan media polybag. Nah pada kesempatan kali ini dasar-pertanian akan bagikan sedikit pengalaman tentang bagaimana cara sukses menanam jambu air dalam polybag. Silahkan simak penjelasannya lengkapnya berikut ini.

Tips Budidaya Jambu Air Dalam Polybag Agar Berhasil

Untuk bisa berhasil dalam menanam jambu air didalam polybag, ada beberapa hal yang harus anda lakukan dan siapkan. Karena budidaya jambu air dalam polybag ini membutuhkan perhatian dan ketelitian khusus. Jika anda terapkan tips ini, maka saya pastikan anda akan akan sukses budidaya jambu air didalam polybag. Apa saja hal yang harus anda perhatikan agar bisa sukses budidaya jambu air dalam polybag? Adapun yang harus diperhatikan dan disiapkan antara lain:

1. Siapkan bibit jambu air yang unggul dan berkualitas

Bibit jambu air yang unggul adalah bibit pilihan yang merupakan varietas nomor satu, sebagai contoh bibit jmabu air yang unggul adalah jenis jambu madu. Jambu air madu sangat cocok anda tanam dalam polybag, karena memiliki kualitas terbaik dan buah yang berkualitas.

2. Siapkan polybag yang berukuran besar

Untuk ukuran polybag bisa anda gunakan yang berukuran besar, kenapa saya sarankan polybag yang berukuran besar? Karena dengan ukuran polybag yang cukup besar, pertumbuhan akar bisa sempurna. Jika polybag yang anda gunakan berukuran kecil, maka pertumbuhan jambu juga akan lambat, pohon jabu tidak bisa besar.

3. Isi polybag dengan tanah yang subur bercampur sekam padi dan pupuk

Untuk mendapatkan hasil terbaik dalam budidaya jambu air dalam polybag, usahakan polybag anda isi dengan tanah subur, kemudian anda bisa tambahkan dengan sekam padi dan pupuk organik, Kemudian anda campurkan hingga merata.

4. Jangan lupa lubangi bagian bawah polybag

Untuk memperlancar sirkulasi udara dalam polybag, perlu anda membuat lubang dibagian bawah polybag. Biasa polybag yang dijual di toko sudah ada lubang, jika belum ada maka anda harus melubanginya terlebih dahulu.

5. Lakukan perawatan khusus

Setelah point diatas anda lakukan, maka tips terakhir agar bisa sukses dalam budidaya jambu air adalah melakukan perawatan secara intensif terhadap tanaman jambu air. Perawatan ini meliputi pemupukan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit, penunasan, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa Tips Budidaya Jambu Air Dalam Polybag Agar Berhasil, mudah-mudahan informasi singkat ini dapat menambah wawasana anda didalam budidaya jambu air. Semoga bermanfaat.

Read More

Tahukah Anda? 3 Tanaman Cantik Ini Mudah Sekali Tumbuh

Salah satu upaya mempercantik rumah adalah dengan membuat taman. Tak perlu luas, taman kecil pun akan terasa indah dan sejuk. Terutama bila ditanami beberapa jenis  tanaman bunga.

Ada beberapa tumbuhan yang mudah ditanam dan perawatannya tak terlalu sulit. Tiga tumbuhan ini bisa jadi pilihan, ketahui info seputar tanaman ini. Siapa tahu, Sahabat Dream tertarik untuk menanamnya di rumah.

1. Lantana


Tanaman ini tergolong kuat, karena akan tetap tumbuh, walau tanahnya hanya sedikit mengandung air. Sinar matahari sangat diperlukan, untuk membuatnya tumbuh besar.

Tanaman ini tidak bisa ditanam di tempat teduh. Tinggi tanaman sekitar 15 centimeter. Warna bunganya sangat meriah, seperti putih, ungu, merah, kuning, pink, bahkan merah terang. Lantana hanya perlu diberi pupuk sesekali.

2. Begonia


Tamanan dari kawasan tropis dan subtropis ini sangat mudah berbunga. Jika Anda pecinta mawar, tak ada salahnya memelihara begonia, karena tampilannya sedikit mirip, namun lebih mudah tumbuh dibandingkan mawar. Varietas dan pilihan warnanya sangatbanyak.

3. Portulaca


Tanaman ini sering disebut sebagai sun rosea atau moss rose. Pourtulaca juga jadi andalan untuk mempercantik pintu gerbang, atau lorong.

Pilihan warnanya pun sangat beragam seperti merah, kuning, pink, lavender, oranye dan putih. Tumbuhan asal Argentina ini juga tak perlu terlalu sering disiram.

Read More

Wow! Di Jepang Ada Lahan Pertanian Di Dalam Gedung Bertingkat

Idealnya jika kita ingin menanam tanaman pastinya kita membutuhkan lahan terbuka yang langsung terpapar sinar matahari bukan? Dikutip dari Mobgenic Membuat sistem pertanian di kota besar Jepang hampir tidak mungkin dilakukan, mengingat terbatasnya ruangan. Namun keterbatasan ini tidak menjadi halangan untuk membuat pertanian perkotaan. Sebuah konsep luar biasa pertanian perkotaan muncul di Jepang. Tidak hanya bangunan eksterior yang dihijaukan, di dalam bangunan juga terdapat lahan pertanian yang benar-benar dapat menghasilkan buah maupun sayuran.


Di tengah-tengah kesibukan distrik finansial di Tokyo terdapat bangunan kantor yang disebut dengan Pasona, sebuah perusahaan rekrutmen multi-nasional. Ketika perusahaan ini membutuhkan kantor baru, mereka menyewa arsitek kenamaan Jepang Yoshimi Kono untuk membantu merenovasi, bangunan 9 lantai dan menghiasi dengan ‘kesuburan’ dan dinding hijau.





Tidak hanya terbatas pada eksterior bangunan, penghijauan juga dilakukan di dalam bangunan. Terdapat fasilitas pertanian perkotaan yang menempati sekitar 20% dari seluruh ruang kantor meliputi 200 jenis buah-buahan, sayuran dan padi. Para pekerja kantor secara bergiliran membantu menjaga dan memanen hasil pertanian. Sebagian besar hasil pertanian nantinya akan disajikan di kantin kantor.
Menggunakan sistem pertanian hidroponik, tanaman dan karyawan kantor berbagi ruangan. Sebagai contoh, tanaman tomat yang tergantung di atas meja rapat, pohon yang digunakan sebagai partisi ruang untuk pertemuan, daun salad yang tumbuh di dalam ruang seminar dan tauge yang tumbuh di bawah bangku. Lobi utama juga dilengkapi dengan sawah dan lahan brokoli. Tanaman ini dilengkapi dengan HEFL, lampu neon dan LED dan sistem irigasi otomatis.







Sebuah teknologi kelembaban udara yang canggih mampu mengendalikan iklim, suhu dan angin untuk menyeimbangkan kenyamanan manusia selama jam kerja dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman setelah jam kerja. Teknologi yang digunakan mampu memaksimalkan hasil. Semua tanaman dipelihara dan dipanen oleh karyawan yang dibantu oleh ahli pertanian.
Sistem pertanian perkotaan Pasona tidak hanya menampilkan keindahan estetika dan visual. Pasona adalah sebuah konsep luar biasa bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang nyaman untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan mental karyawan yang bekerja di tempat ini. Selain itu keberadaan Pasona dapat menjadi sarana untuk menjalin interaksi sosial yang melibatkan masyarakat luas dengan menampilkan manfaat dan teknologi pertanian perkotaan.
Read More

Wow! 10 Tanaman Berbuah Ini Akan Membuat Anda Geleng Geleng

Melihat buah yang dibuat dengan rekayasa genetika mungkin sudah tidak asing lagi bagi kamu. Banyak ahli botani yang membuat tanaman atau bahkan menyilangkan dua jenis tanaman sehingga menghasilkan tanaman baru yang unik.

Tapi ada lho tanaman yang memang sudah dahsyat tanpa direkayasa. Contohnya adalah 10 tanaman ini, kamu nggak percaya kalau ini nyata.

1. Ini pisang apa coba bisa segede dan sepanjang ini.


2. Duh sampai pohonnya nggak kuat.

3. Buset deh anggurnya!

4. Ini mangga loh, jadi pengen rujakan deh!

5. Leh uga nih buka usaha jualan es kelapa muda.

Read More

Lihatlah Pertanian Di Jepang Ini, Anda Pasti Terpana!

Selain terkenal dengan industi otomotifnya, Jepang juga sangat dikenal dengan industri pangan dan pertaniannya. Pertanian di Jepang sudah tersohor mempunyai sistem kerja yang baik.
Pantas saja jika pertanian di Jepang begitu berkembang. Pemerintah Jepang menerapkan empat pilar pembangunan pertanian Jepang yang salah satunya adalah Farm Size Expansion. Kebijakan ini bertujuan agar kepemilikan lahan pertanian semakin bertambah dari empat hektare menjadi 15-20 hektare untuk setiap keluarga petani.
Kemajuan pertanian Jepang juga bisa dilihat dengan berkembangnya sistem pertanian urban. Bahkan pertanian urban di Jepang kini menjadi andalan untuk memasok produk-produk pertanian yang segar, sehat, dan cepat.
Meskipun dikenal sebagai negara agraris, nyatanya pertanian di Indonesia belum bisa bersaing dengan Jepang. Kekayaan sumber daya alam Indonesia menjadi modal utamanya untuk bisa bersaing. Lalu, apa yang perlu ditiru Indonesia dari Jepang untuk membentuk pertanian yang ungul?
Informasi ini diperolah dari Rahmat Efendi dan Andre Dwi Setiawan, mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang beberapa waktu lalu dikirim oleh pihak kampus untuk praktik magang di Kota Komoroshi dan Kawakami, Jepang. Keduanya bercerita tentang hal-hal yang menjadikan pertanian Jepang begitu maju. Apa saja?
1. Perhatian pemerintah yang tinggi terhadap pertanian

Di Jepang, pertanian benar-benar diperhatikan oleh pemerintah. Tata niaga pertanian Jepang telah diatur sedemikian rupa, salah satunya adalah masalah tumbuhan yang ditanam petani. Menurut Rahmat, apa yang ditanam sudah diatur sesuai dengan permintaan pasar. Tak ada petani yang ngeyel ingin bertani sesuka mereka. "Jadi nggak ada ceritanya petani sana kebingungan menjual produk pertanian seperti di Indonesia," terangnya.
2. Harga produk pertanian yang terkontrol
Tak hanya masalah apa yang ditanam, pemerintah juga turut campur tangan terhadap harga produk pertanian. Pengaturan itu dilakukan oleh bagian pemerintah semacam Dinas Pertanian di Indonesia. Kebanyakan hasil pertanian dibeli oleh pemerintah sehingga pemerintah bisa mengendalikan harga yang layak.
Meski begitu, ada juga pihak swasta yang membeli hasil pertanian di sana. "Tapi pihak swasta tidak akan membeli hasil pertanian di bawah harga pemerintah, pasti di atasnya," ungkap Andre. Dengan begitu, tak ada istilah petani dirugikan karena dipermainkan tengkulak.
3. Lahan pertanian yang dimiliki tiap petani luas
Jangan bayangkan lahan pertanian di Jepang seperti di Indonesia yang tiap petani hanya memiliki sepetak atau dua petak sawah. Di Jepang, seorang petani biasa memegang 7-10 hektare sawah.
Sawah yang dimiliki satu keluarga di Jepang diwariskan dengan cara tidak dibagi-bagi seperti yang terjadi di Indonesia. Setiap keluarga, hanya ada satu anak yang akan mewarisi lahan pertanian. Anak yang benar-benar ingin menjadi petani yang akan dipilih untuk mewarisi lahan pertanian. Sedangkan anak lainnya akan menerima warisan dalam bentuk lain.
Dengan memiliki lahan pertanian yang luas, pengaturan pertanian akan lebih mudah dilakukan. Penggunaan mesin-mesin dalam pertanian juga lebih mudah karena luasnya lahan.
4. Teknologi pertanian yang canggih
Kuatnya industri otomotif di Jepang juga berdampak pada pertanian. Sistem pertanian di Jepang telah menggunakan teknologi yang canggih. Untuk menanam, menyirami, hingga memanen, petani Jepang telah dibantu dengan mesin. Jika di Indonesia membajak sawah masih menggunakan bajak tunggal, di Jepang membajak telah menggunakan bajak enam sehingga 1-2 jam telah selesai.
5. Etos kerja yang tinggi
Bertani di Jepang juga menerapkan jam kerja seperti bekerja di kantoran. Setiap petani di Jepang akan memunyai sejumlah karyawan yang membantu mengelola lahan pertanian seluas 7-10 ha. Jam kerjanya pun ditentukan. Kerja secara normal dilakukan selama delapan jam mulai dari pukul 02.00 dini hari. Istirahat yang dilakukan karyawan tidak dihitung jam. "Istirahat sarapan itu tidak dihitung dalam delapan jam kerja," terang Rahmat.
Maka delapan jam kerja biasanya bisa terpenuhi hingga pukul 12.00 siang. Setelah itu mereka tidak langsung pulang. Jika lembur, maka setelah pukul 12.00 itu, mereka istirahat dua jam kemudian dilanjutkan dengan lembur hingga pukul 17.00 waktu setempat. "Kami hanya tidur sekitar empat jam per hari," tambah Andre.
Itulah lima hal yang membuat pertanian di Jepang maju. Selain lima hal itu, tentunya masih banyak hal yang mempengaruhi berkembangnya pertanian di Jepang. Nah, kira-kira kapan ya Indonesia bisa memiliki sistem pertanian seperti Jepang?
Read More

Pemerintah Diminta Izinkan Perdagangan Benih Rekayasa Genetik

Pemerintah dimita segera mengeluarkan regulasi yang mengizinkan perdagangan produk benih yang telah direkayasa secara genetik (genetically modified organism/GMO) di pasar domestik guna menggenjot produktivitas areal tanaman pangan Indonesia.

Ekonom pertanian mendukung usulan ini dengan mengajukan sejumlah bukti akademis yang membeberkan kelebihan benih GMO, atau lazim disebut benih biotek. Namun di sisi lain, pemerintah masih bersikukuh untuk tidak terburu-buru menerbitkan beleid tersebut.


“Tantangan utama pertanian di Indonesia itu permintaan semakin meningkat, tapi areal tanam turun terus. Mau tidak mau produktivitas harus meningkat,” kata ekonom pertanian asal IPB Arief Daryanto, Rabu (28/5/2014).

Arif menjabarkan, sampai saat ini pemerintah masih gagal mendongkrak produktivitas petani Indonesia, sehingga masih tertinggal jauh dibanding dengan negra lain, yang menyebabkan sektor pertanian tidak berdaya saing dan tidak menarik minat investasi.

Seperti komoditas jagung, ujarnya, Indonesia hanya mampu menghasilkan 4-5 ton/ha, sementara regional Amerika Latin mencapai 7 ton/ha dan bahkan, AS sudah menembus angka 9,6 ton/ha.

Arief menjabarkan, belum lagi persaingan di antara 4F, yaitu food, feed, fuel dan financial speculation yang tidak jarang saling bertumbukan.

Dia mengatakan angka yang bisa dicapai oleh negara dan kawasan pertanian tersebut itu didapatkan dari benih GMO. Bahkan, katanya, lebih dari 90% kedelai yang diimpor oleh Indonesia berasal dari benih yang telah direkayasa secara genetis.

IPB, kata Arief, telah membuktikan secara ilmiah bahwa penggunaan benih GMO juga telah meningkatkan produktivitas tanaman jagung hingga 14%.

Apabila diterapkan secara optimal di seluruh areal tanam Indonesia, paparnya, benih GMO bisa menutup importasi jagung yang dilakukan swasta selang 5 tahun belakangan dengan jumlah sekitar 3 juta ton/tahun, atau setara US$2,5 miliar.

Graham Brookes, direktur dari lembaga konsultan ekonomi pertanian PG Economics Limited, mengungkapkan bahwa penggunaan benih GMO di dunia sejak 1996-2012 telah berkontribusi meningkatkan pendapatan petani sekitar US$116,6 miliar, atau setara US$117/ha (sekitar Rp1,36 juta/ha) hanya pada 2012 saja.

“Setiap investasi petani sebesar US$1 untuk penggunaan teknologi benih biotek ini, akan menghasilkan pendapatan tambahan sebesar US3,7,” kata Brookes saat paparan penelitiannya yang bertajuk Assessing The Global Impact of Crop Biotechnology in Improving the Environment and Economy di Bogor.

(Sumber : m.bisnis.com)
Read More

Kembangan Pusat Industri Pertanian

Kembangan Pusat Industri Pertanian - Pemerintah Kabupaten Berau memberikan perhatian serius dalam pembangunan pertanian dalam arti luas di daerah ini. Mulai dari pengembangan berbagai komoditi unggulan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Selain terus memperluas sentra-sentra pertanian, penerapan teknologi dalam memacu peningkatan produksi pertanian juga terus dilakukan.

Kembangan Pusat Industri Pertanian

Bahkan Pemkab Berau terus mendorong terwujudnya kawasan industri pertanian di Bumi Batiwakkal. Untuk mewujudkan program tersebut, Bupati Berau Makmur HAPK bersama Wakil Bupati Ahmad Rifai, serta Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Ilyas Natsir dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ghazali, mengunjungi industri pertanian di Pulau Bulan dan Pulau Bintan yang masuk dalam wilayah Kota Batam Kepulauan Riau.

Kunjungan yang dilaksanakan sejak Selasa (27/5) untuk mempelajari pengembangan industri pertanian yang telah lebih dulu terbangun di kawasan tersebut. Bupati beserta tim teknis mengawali kunjungan dengan mengelilingi pulau bulan yang memiliki luas kurang lebih 10 ribu hektare tersebut. Di pulau itu ditinjau pusat pengembangan pertanian yang dilakukan secara terpadu, mulai peternakan yang menghasilkan produksi terbesar bahkan murni untuk kebutuhan ekspor ke negara tetangga.

Di samping itu juga dikembangkan sektor perikanan dengan berbagai jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Sementara itu perkebunan juga dikembangkan budi daya tanaman coklat hingga biji jarak yang merupakan produk unggulan untuk menghasilkan minyak nabati. Pengembangan cukup menarik dari kunjungan tersebut adalah pengembangan budi daya tanaman hortikultura secara organik.

Di mana perlakuan yang diberikan benar-benar ramah lingkungan. Berbagai jenis sayuran yang dibudidayakan tidak menggunakan pestisida dan pupuk yang diberikan juga pupuk alami. Produk yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang sangat baik.

“Pusat pengembangan industri pertanian ini yang sangat potensial dikembangkan dengan luas lahan potensial yang masih sangat tersedia,” ungkap Makmur disela-sela kunjungannya.

Sementara Edy Sanusi dari pengelola kawasan industri pertanian di Pulau Bulan yang memberikan penjelasan kepada rombongan, mengungkapkan jika seluruh pengembangan pertanian di pulau tersebut dilakukan secara terpadu. Artinya dari seluruh pengembangan saling memberikan manfaat. Sehingga tidak ada yang terbuang dari kegiatan pengembangan pertanian yang dilakukan.

Selain itu ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan latar belakang yang dimiliki serta dukungan penerapan teknologi pertanian menjadi perhatian. “Jadi semua bergerak dan pengembangan pertanian di pulau ini terus ditambah,” jelasnya.

Selain pengembangan pertanian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau yang berjarak kurang lebih 2,5 kilometer dari Batam ini juga dikembangkan budi daya rumput gajah. Bukan sebagai pakan ternak, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik yang dalam tahap pembangunan. “Ini yang membuat kita salut untuk  bisa menerapkan kawasan industri pertanian terpadu ini,” tandas Makmur.

Selain Pulau Bulan, Makmur dan rombongan juga meninjau pembangunan Batam Food Estate dan pusat pengembangan pertanian di Pulau Bintan.

(Sumber : aktual.co)
Read More

Lahan Pertanian Bogor Yang Kian Sempit

Program revitalisasi pertanian yang digembor-gemborkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, nampaknya hanya sebatas wacana. Semakin hari, luas lahan pertanian di kabupaten ini justru kian sempit, tergerus perumahan penduduk dan industri. Bantuan alat menjadi salah satu upaya menahan laju penurunan lahan pertanian ini.

Di Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua, misalnya, pembangunan sejumlah apartemen berkelas, hotel berbintang, dan vila, menjadi "pemakan" lahan pertanian itu. Ketiga kecamatan tersebut kerap dituding sebagai daerah "pengirim" banjir ke Jakarta.

Lahan Pertanian Bogor Yang Kian Sempit

"Di tiga kecamatan itu memang setiap tahunnya lahan pertanian semakin menyempit dan kami melakukan pendataan secara menyeluruh terkait hilangnya lahan pertanian," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pertanian dan Pengembangan Teknologi Wilayah 10, Teguh Irianto, Rabu (28/5).

Data yang dihimpun Kompas.com menyebutkan areal sawah dan hutan yang tersisa di kawasan Puncak di Kabupaten Bogor, misalnya, diperkirakan tinggal tersisa 9,2% dari total luasan lahan wilayah tersebut. Pada periode 2000-2009, lahan hijau yang hilang di sepanjang daerah aliran sungai Ciliwung di wilayah ini diperkirakan mencapai 5.000 hektar, setara dengan luas Kota Sukabumi di Jawa Barat.

Menurut Teguh, semakin kritisnya lahan hijau dan area pertanian di tiga kecamatan tersebut dipicu kebutuhan lahan karena laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan sejumlah properti. Dari sisi tata ruang, kata dia, wilayah Ciawi, Megamendung, dan Cisarua merupakan kawasan ekowisata.

"Untuk tetap mempertahankan kedaulatan pangan dan area pertanian, kami telah menyalurkan bantuan berupa kultivator bagi Gerakan Kelompok Tani (Gapoktan, red)," ujar Teguh. Bantuan tersebut menurut dia bersumber dari APBD Kabupaten Bogor. Adapun jumlah bantuannya akan tergantung pada pengajuan Gapoktan bersangkutan.

Meski demikian, dari 500 gapoktan yang ada di Kabupaten Bogor berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, hanya ada 8 kultivator tersedia. Rinciannya, 4 unit untuk Kecamatan Ciawi, 3 unit untuk Kecamatan Megamendung, dan 1 unit untuk Kecamatan Cisarua.

Ketika ditanya soal ini, Teguh berkilah keterbatasan anggaran sebagai penyebab. Bantuan ini disalurkan lewat Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor.

Sementara itu, pemerhati pertanian, Dadan Ramdani, berpendapat penyebab hilangnya lahan pertanian di Kabupaten Bogor adalah minimnya tingkat kepedulian pemerintah daerah terhadap nasib petani. Hal itu diperparah tidak adanya pencegahan atau regulasi perizinan perluasan lahan maupun bangunan bagi para pengusaha.

"Bagaimana lahan pertanian tidak menyempit, kalau pemerintah daerah mengobral perizinan," kecam Dadan, Rabu. Menurut dia, seharusnya ada pembatasan izin perluasan usaha bagi para pengusaha. "Jangan hanya demi PAD (pendapatan asli daerah, red) nasib para petani dikorbankan," imbuh dia.

(Sumber : kontan.co.id)
Read More

Sejarah dan Pengertian Sistem Pertanian Berkelanjutan

Sejarah dan Pengertian Sistem Pertanian Berkelanjutan - Revolusi industri telah melahirkan beragam teknologi modern yang membuat hampir semua yang bisa dilakukan manusia menjadi lebih cepat. Berkembangnya teknologi industri juga merambah ke bidang pertanian dengan ditemukannya beragam pupuk organik, pestisida, dan mesin-mesin untuk mekanisasi pertanian. Dilihat dari satu sudut pandang dan dari satu dimensi waktu, penemuan teknologi di bidang pertanian tersebut telah mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Secara agroindustri, kenaikan produksi pertanian per satuan waktu juga memberikan keuntungan yang lebih besar. Akan tetapi, ketika dilihat dari sisi dan dimensi waktu yang lain, penggunaan teknologi pertanian yang dikatakan modern tersebut telah membawa dampak negatif yang tidak sedikit tingkat kerugian yang ditimbulkannya.

Sejarah dan Pengertian Sistem Pertanian Berkelanjutan

Penggunaan pupuk anorganik memang mampu menaikkan produksi per satuan luas per satuan waktu dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, pupuk tersebut membuat struktur tanah menjadi lebih padat yang berakibat pada berkurangnya kemampuan tanah dalam menahan air, dan kesulitan dalam ditembus akar. Secara kimia, tanah akan menjadi lebih asam yang menyebabkan tanah menjadi kaya akan Fe dan Al yang akan meracuni tanaman. Akibatnya, pertumbuhan maksimal yang diharapkan malah menjadi gangguan pertumbuhan yang menyebabkan hasil tanaman berkurang.

Penggunaan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang juga memuat ketidak seimbangan dalam ekosistem pertaian. Selain banyak hewan bukan sasaran yang mati karena penggunaan pestisida berlebihan, penggunaan pestisida telah membuat hama menjadi semakin resisten terhadap pestisida sehinga untuk mengendalikannya diperlukan dosis pestisida yang lebih banyak lagi. Semakin banyak pestisida yang diaplikasikan semakin banyak pula akumulasinya di lapangan yang pada akhirnya juga dapat merusak ekologi dan mengganggu kesehatan manusia.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut dan beberapa alasan yang lainnya, kemudian mulai muncul konsep pertanian lingkungan. Dalam konsep pertanian lingkungan, bahan kimia tidak serta merta ditinggalkan. Yang dilakukan hanyalah mengkombinasikan antara pertanian kimia dengan pertanian biologi dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Seiring berjalnnya waktu, kesadaran akan pertanian yang dramah lingkungan semakin tinggi yang dapat dilihat dari munculnya asosiasi-asosiasi pertanian organik seperti IFOAM (International Federation of Organic Agriculture Movement).

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) dipakai pertama kali oleh pakar FAO sebagai sinonim dari agroekosistem. Agroekosistem merupakan modifikasi ekosistem alamiah ekosistem alamiah dengan dengan sentuhan campur tangan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, serat, dan kayu untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan manusia. Pada tahun yang sama istilah agroekosistem didefinisikan sebagai upaya untuk memadukan produktivitas, stabilitas, dan pemerataan.

Pada dasarnya, sustainable mengandung dua makna besar yaitu maintenance dan prolong. Artinya suatu sistem pertanian yang mampu menjaga atau merawat dalam jangka waktu yang panjang. Manjaga atau merawat di sini adalah mamapu memberikan hasil yang tetap tinggi dalam jangka waktu yang lama, bukan seperti saat ini dimana hasil tinggi ketika awal pemberian input, baru setelah itu hasilnya merosot dengan tajam,

Menurut Nasution (1995) pertanian berkelanjutan adalah kegiatan pertanian yang memaksimalkan manfaat sosial dan pengelolaan sumber daya biologis dengan syarat memelihara produktivitas dan efisiensi produksi komoditas pertanian, memelihara kualitas lingkungan hidup, dan produktivitas sumber daya sepanjang masa. Menurut Reintjes (1999), pertanian berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya pertanian untuk memenuhi perubahan kebutuhan manusia sambil mempertahankan atau meingkatkan kualitas leingkungan dan melestarikan sumber daya alam.

Jadi, pada intinya, pertanian berkelanjutan bukanlah merupakan suatu teknologi yang benar-benar baru. Pertanian berkelanjutan lebih mengarah kepada sistem pertanian awal dimana masih menggunakan cara-cara yang tradisionol seperti penggunaan bahan-bahan organik untuk pemupukan. Pertanian berkelanjutan hanya merupakan reaktualisasi dari sistem pertanian yang lestari.

Refferensi:

Nasution, L.I. 1995. Pertanian Berkelanjutan dalam Kaitannya dengan Kegiatan Pendidikan Tinggi Pertanian. Gramedia Pustaka, Jakarta.

Salikin, K.A. 3003. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Kanisius, Yogyakarta.
Read More

Indonesia-Turki Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pertanian

Menteri Pertanian RI Suswono dan Menteri Pertanian, Pangan, dan Peternakan Turki Mehmed Medi Eker, Selasa (27/5) siang waktu Turki melakukan pertemuan bilateral membahas kerja sama bidang pertanian antarkedua negara. Pertemuan dilakukan di arena pameran industri pertanian di Konya, Turki.

Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pertanian, utamanya dalam bidang riset dan pengembangan produk-produk pertanian. Selain itu kedua negara juga sepakat meningkatkan perdagangan produk-produk pertanian guna mencapai target volume perdagangan senilai AS$ 5 miliar pada 2015, sebagaimana yang disepakati pimpinan puncak kedua negara.

Indonesia-Turki Sepakat Tingkatkan Kerja sama Pertanian

Mentan Suswono menyatakan gembira dengan kesepakatan yang dicapai antarkedua negara. Dan ia meminta agar kesepakatan tersebut dintindaklanjuti dengan membentuk kelompok kerja (working group) untuk mengimplementasikan hal-hal yang telah disepakati bersama.

“Working group ini penting agar kesepakatan yang ada dapat diimplementasikan di lapangan,” kata Mentan Suswono, dalam siaran persnya, Rabu (27/5).


Mentan, berharap nantinya ada pertemuan rutin di tingkat pejabat senior kedua negara untuk membahas teknis kerjasama antarkedua negara. Menteri Pertanian, Pangan, dan Peternakan Turki sepakat dengan perlunya pembentukan kelompok kerja tersebut. Dia juga berharap, kerjasama Indonesia-Turki dalam bidang pertanian dapat terus ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Mehmed Medi Eker yakin banyak hal yang dapat dikerjasamakan dalam bidang pertanian antarkedua negara. Perbedaan musim, Indonesia tropis dan Turki subtropis,  membuat banyak produk tidak dapat dihasilkan Turki dan demikian juga sebaliknya ada produk-produk pertanian yang tidak bisa dihasilkan di Indonesia.

“Saya yakin banyak yang bisa dikerjasama antarkedua negara dalam bidang pertanian,” katanya.

Mehmed melanjutkan, Indonesia dan Turki aktif di G-8, G-20, dan OKI (organisasi konferensi Islam). Berbagai persoalan, termasuk bidang pertanian, dapat dibicarakan dalam kerangka kelompok negara tersebut. Dalam kesempatan itu Mehmed mengungkapkan, hal yang dapat dilakukan dalam waktu dekat adalah kerjasama dalam bidang riset dan pengembangan (R & D) bidang pertanian.

Mentan Suswono sepakat mengenai kerjasama dalam bidang riset dan pengembagan antarkedua negara untuk segera diwujudkan.

Kesepakatan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama riset dan pengembagan pertanian. Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Dirjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pertanian, Pangan, dan Peternakan Turki dan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Produk Prtanian (P2HP) Kementan RI.
(Sumber : repubilka.co.id)
Read More

Bioteknologi Dorong Produktivitas Pertanian

Bioteknologi dorong produktivitas pertanian - Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Direktur PG Economics Limited, Graham Brookes, penerapan bioteknologi di sejumlah negara maju telah mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

"Seperti contoh di Filipina yang sudah lebih dulu menerapkan bioteknologi, dapat menghasilkan keuntungan sebesar 135 dolar Amerika per hektar pada musim kering dan 125 dolar per hektar selama musim hujan. Sementara petani Indonesia saat ini hanya mampu menghasilkan 7 dolar per hektar," ujar Brookes, dalam intenasional seminar dengan tema "Dampak Global Penerapan Bioteknologi dalam Mendorong Perbaikan Lingkungan Hidup dan Teknologi" bertempat di Kampus Pascasarjana Manajemen Bisnis IPB, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Bioteknologi dorong produktivitas pertanian

Brookes memaparkan hasil studi terbaru yang dilakukan selama 17 tahun ini mengenai dampak sosial-ekonomi dan lingkungan penerapan bioteknologi.

Dalam pemaparannya, Brookes mengatakan, bahwa tanaman bioteknologi telah membantu petani baik di negara maju maupun negara berkembang untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus penghasilan petani.

"Hasil studi ini menujukkan, penerapan bioteknologi mampu mendorong peningkatan pendapatan petani hingga total 116,6 miliar dolar dan justru petani meraup keuntungan tertinggi adalah petani dari negara berkembang dengan lahan sempit," ujarnya.

Ia mengatakan, tanaman hasil bioteknologi senantiasa menjadi investasi yang menguntungkan bagi petani di seluruh dunia.

"Sejak pertama diterapkan, 16,7 juta petani dari 29 negara telah menanam biotek di lahan seluas 1,25 miliar hektar atau 25 persen lebih besar dari total tanah di Amerika Serikat, atau Tiongkok dan 90 persen petani berasal dari negara-negara berkembang," ujar Graham.

Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB, Dr Arief Daryanto mengatakan, perkembangan teknologi untuk sektor pertanian menjadi hal penting untuk menghasilkan komoditas pertanian dengan kualitas yang lebih baik sekaligus dalam mengurangi keuntungan Indonesia terhadap impor pangan.

"Kalau negara lain sudah menerapkan dan hasil penelitian yang dilakukan Graham Brookes menunjukkan bahwa penerapan bioteknologi telah memberikan keuntungan ekonomi, kenapa kita tidak menerapkannya," ujar Arief.

Menurut Arief, Pemerintah Indonesia terlalu hati-hati dalam penerapan bioteknologi dalam sektor pertanian hal ini yang membuat Indonesia tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Filipina dan India yang sudah menerapkan teknologi tersebut.

Lambatnya penerapan bioteknologi tersebut, lanjut Arief, karena masih besarnya kekhawatiran atas dampak-dampak negatif dari produk pertanian yang dihasilkan oleh penerapan bioteknologi.

"Padahal, kekhawatiran itu tidak beralasan. Karena selama ini kita mengkonsumsi produk-produk bioteknologi yang diimpor dari negara-negara yang sudah menerapkan bioteknologi tersebut," lanjut Arief.

Menurut Arief, sudah saatnya bioteknologi diterapkan dalam sektor pertanian Indonesia, agar tidak tertinggal dengan negara tetangga yang sudah menerapkan.

Selain meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, juga bisa menghasilkan produksi yang berkualitas.

"Penerapan bioteknologi tersebut juga bisa mengatasi hambatan-hambatan pertanian yang dihadapi petani seperti perubahan musim, ancaman serangan hama dan penyakit serta keterbatasan lahan," ujarnya.

(Sumber : antaranews.com)
Read More

Jenis - Jenis Tanaman Hortikultura

Jenis - Jenis Tanaman Hortikultura - Hortikultura adalah salah satu jenis tanaman yang di budidayakan manusia. Pengertian hortikultura adalah tanaman yang walnya dibudidayakan di kebun atau pekarangan, berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya). Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Ada Macamatau jenis-jenis tanaman Hortikultura yang di bedakan berdasar hasil produknya.

Jenis - Jenis Tanaman Hortikultura

Jenis-jenis Tanaman Hortikultur:
1. Pomologi / Frutikultur (tanaman buah): Manggis, Mangga, Apel, Durian
2. Florikultura (tanaman bunga): Melati, Mawar, Krisan, Anyelir, Begonia, Bugenvil, dll
3. Olerikultura (tanaman sayur): Tomat, Selada, Bayam, Wortel, Kentang,
4. Biofarmaka (tanman obat): Rosela, Kunyit, Kumis kucing, Pegagan dll

Pada perkembangannya, tanaman hortikultur menjadi tanaman budidaya di perkebunan skala besar. Namun intinya tanaman tersebut layak untuk di budidayakan di kebun pekarangan rumah. Tanaman atau buahnya bisa memberi manfaat langsung kepada orang yang membudidayakan.

Misalkan tanaman sayur, walaupun ini adalah tanaman yang di budidayakan di ladang, namun ketika di taman di pekarangan buahnya juga bisa langsung dimanfaatkan, itu adalah prinsip tanaman hortikultur.

Bukan Golongan Hortikultur
Di beberapa tempat mungkin terdapat tanaman kakao dan cengkeh di pekarangan. Meskipun ada yang menanam di pekarangan, namun tanaman tersebut bukan dalam kategori Hortikultura, karena perlu proses lagi untuk bisa dimanfaatkan. Kakao dan  cengkeh adalah kategori tanaman industri.
Read More

Pembatasan PMA Hortikultura Untuk Nilai Tambah Industri Dalam Negeri

Pembatasan PMA Hortikultura Untuk Nilai Tambah Industri Dalam Negeri - Ketua Komisi IV DPR RI. Herman Khaeron mempersilahkan siapapun untuk melakukan uji materi terkait pembatasan Penanaman Modal Asing (PMA) di bidang hortikultura.

Pembatasan PMA Hortikultura Untuk Nilai Tambah Industri Dalam Negeri

Dalam Undang-undnag 13 Tahun 2010 disebutkan bahwa PMA dibatasi maksimal 30 persen saja. "Harapannya, dengan pembatasan dapat memberikan nilai tambah dan pengusahaan terhadap lahan khususnya kawasan negara terjaga," kata dia, kemarin.

DPR beranggapan pembatasan ini juga akan memberikan nilai tambah untuk industri dalam negeri. PMA bisa bermitra dengan investor lokal jika ingin mengembangkan usahanya. Tanpa pembatasan ini, khawatir pihak tertentu dapat mengeruk keuntungan dengan sebesar-besarnya dari berbagai sumber.

Keputusan DPR untuk mempertahankan Undang-undang ini menurut dia sudah bulat. Namun siapapun berhak melontarkan argumentasi jika keberatan dengan kebijakan ini. "Keputusan kami bulat. Namun MK memang tempatnya adu argumentasi, silahkan saja," ujar Herman.

(Sumber : Republika.co.id)
Read More

Kesejahteraan Petani Hortikultura Di Sulut Meningkat Tajam

Kesejahteraan Petani Holtikultura Di Sulut Meningkat Tajam - Nilai Tukar Petani (NTP) berada di atas angka 100 yakni 103.92. Hal ini membuat kesejahteraan para Petani, khususnya petani tanaman hortikultura di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meningkat.

Kesejahteraan Petani Holtikultura Di Sulut Meningkat Tajam

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Albert Nicholas mengatakan, NTP sub sektor tanaman holtikultura di Sulut pada Maret 2014 tercatat 103.92, menandakan kesejahteraan petani di sektor tersebut sangat baik, NTP sub sektor tanaman holtikultura mengalami peningkatan, dari 0,34 persen dari 103.57 di Februari 2014 menjadi 103.92 pada Maret 2014.

"Perubahan ini terjadi akibat indeks diterima petani 0,84 persen yakni melebihi indeks yang dibayar hanya 0,50 persen," Tutur Albert,seperti dikutip dari antaranews, Senin,(14/4).

Jika dilihat dari sisi pengeluaran petani besarnya indeks harga konsumsi rumah tangga para petani mengalami peningkatan yakni sebesar 0,52 persen, hal serupa juga terjadi pada indeks biaya produksi dan penambahan barang modal meningkat sebesar 0,39 persen.

"Indeks konsumsi rumah tangga para petani yang meningkat, lebih disebabkan oleh indeks harga pada jenis makanan jadi, minuman ,rokok dan tembakau sebesar 0,80 persen," katanya.

Albert menambahkan, sedangkan indeks yang diterima petani, berasal dari komoditi seperti cabai merah 10,00 persen, cabai rawit 6,37 persen dan buncis 2,29 persen, hal ini mengindikasikan perubahan indeks cukup besar.

"Sedangkan dari hasil petani berupa nangka, nanas dan alpukat memberikan persentase penurunan relatif besar yaitu masing-masing -6,69 persen, -534 persen dan -3,54 persen," ungkap albert.

Ini menunjukan Nilai NTP pada sub sektor tanaman hortikultura di atas angka 100, bahwa secara umum kemampuan daya beli sub sektor tersebut bisa dikatakan lebih baik dibandingkan pada tahun 2012.

(Sumber: Merdeka.com)
Read More

Kisah Sukses Sadarsah dengan Bisnis Kopi Gayo

Kisah Sukses Sadarsah dengan Bisnis Kopi Gayo - Sadarsah, pria kelahiran Medan 19 November 1974 ini melalui CV Arvis Sanada, perusahaan yang ia dirikan pada tahun 2006, mengekspor kopi gayo ke Amerika Serikat, Inggris, Kuwait, Taiwan, Korea, Australia, Jepang, dan Laos. Setiap bulan ia mengirim 15 kontainer ke negara-negara tersebut.

Kisah Sukses Sadarsah dengan Bisnis Kopi Gayo

Dua varietas kopi arabika gayo, yakni Gayo 1 dan Gayo 2 adalah varietas unggul berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 3998/Kpts/SR.120/12/2010, Tanggal 29 Desember 2010. Gayo 1 merupakan varietas Arabusta Timtim, dan gayo 2 adalah verietas Borbor. Kelebihan kedua varietas ini adalah tahan terhadap karat daun, nematode dan penggerek buah kopi. Selain itu kedua varietas ini memiliki citarasa dan aroma excellent, sehingga menjadikan jenis kopi ini menjadi favorit di pasar dunia.

Sadarsah mulai mengenal bisnis kopi ketika lulus kuliah pada tahun 2001. Saat itu dia masih menjadi tenaga pemasar di lima perusahaan eksportir kopi di Medan, Sumatra Utara. Setelah hampir lima tahun bekerja, alumnus Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) ini mulai memilih jalan untuk berwirausaha sendiri.

Pada 2006, dengan modal pinjaman dari seorang teman, Sadarsah mendirikan CV Arvis Sanada di Medan. Dia perlu membuat badan usaha karena melihat peluang besar dalam bisnis ekspor kopi. Apalagi ketika itu dunia sedang mengalami krisis kopi.

Ekspor perdana yang cuma satu kontainer itu ternyata menjadi pembuka pintu gerbang bagi Sadarsah untuk memasuki perdagangan kopi dunia. Dengan mengusung slogan “Quality, Trust, and Excellence,” pertumbuhan bisnis Sadarsah melesat pesat. Jika pada 2006, omzetnya hanya Rp 600 juta per bulan dengan kemampuan ekspor kopi hanya satu kontainer. Tahun berikutnya omzet sudah melonjak drastis hingga Rp 1,5 miliar per bulan.

Sadar dengan peluang besar itu, Sadarsah pun berupaya untuk mendapatkan sertifikat kopi organik dari lembaga sertifikasi Control Union di Belanda. Sertifikat tersebut seperti Fair Trade, organic coffee, dan rain forest . Sertifikat –sertifikat ini akan menambah nilai harga kopi arabika gayo di pasar dunia. Dengan modal tambahan berupa sertifikat itu, ekspor kopi Sadarsah pun makin lancar.

Mengangkat Nasib Petani Kopi

Kesuksesan Sadarsah membangun bisnis kopi melalui CV Arvis Sanada tak lepas dari keberhasilannya membangun kemitraan dengan petani kopi. Berkat keluwesan bergaul, saat ini Sadarsah telah menjalin kemitraan dengan 7.000 petani kopi yang tersebar di Aceh Tenggara, dan Lintong, Sumatra Utara, dari para petani kopi itulah Sadarsah mendapatkan pasokan kopi dan sukses mengekspornya ke berbagai negara. Kepiawaian dia bergaul tak lepas dari masa lalunya yang besar dari keluarga petani kopi.

Untuk mendapatkan kepercayaan petani, Sadarsah mengajak para petani kopi untuk mendirikan koperasi. Tahun 2006 berdirilah koperasi petani kopi bernama KSU Arinagata dengan jumlah anggota 335 petani. KSU Arinagata itu mengelola lahan kopi seluas 2.700 hektare (ha) yang tersebar di Aceh Tenggara dan Bener Meriah (Takengon). Anggota koperasi itulah yang rutin memasok kopi gayo kepada Sadarsah.

Jalinan kerjasama antara Sadarsah dengan petani itulah yang membuat Sadarsah bisa mendapatkan pasokan kopi 5.400 ton per tahun. Kopi itu ia beli Rp 65.000 per kg dan dijual dengan harga Rp 70.000 per kg sampai dengan harga Rp 75.000 per kg.

Sengketa Merek

Keberhasilan Sadarsah bersama CV Arvis Sanada mengekspor kopi gayo ke berbagai negara memang tak semudah membalik telapak tangan. Berbagai rintangan harus ia lewati agar bisa menjajakan kopi tanah Andalas ke mancanegara. Salah satu problem yang pernah dihadapi Sadarsah adalah keberatan atas merek gayo yang dilayangkan perusahaan kopi asal Belanda, Holland Coffee, pada 2008 silam. Perusahaan itu mengklaim, Sadarsah telah menjiplak merek kopi produksi mereka.

Holland Coffee secara terang-terangan melarang Sadarsah menggunakan kata gayo pada merek kopinya, Arabica Sumatera Gayo. Apalagi kopi milik Sadarsah itu juga beredar luas di Negeri Belanda. Perusahaan itu menyatakan, merek gayo pada kopi mereka itu sudah terdaftar dalam undang-undang merek di Belanda. Karena itu, penggunaan kata gayo oleh Sadarsah dinilai melanggar aturan merek di Belanda.

Namun Sadarsah sebagai warga negara Indonesia mengatakan bahwa dirinya lebih berhak menggunakan kata gayo ketimbang orang Belanda yang menggunakan kata itu. Apalagi kata gayo adalah nama daerah di Indonesia bukan nama daerah di Belanda..

Untuk mempertahankan merek gayo itu Sadarsah mengajukan sertifikat asal-usul kopi. Baru Mei 2010 dia berhasil mengantongi sertifikat IG (indikasi geogafis) dari International Fair Trade Organization (IFTO). Sertifikat itu menyatakan Sadarsah berhak memakai kata gayo pada produk kopi miliknya yang berasal dari Gayo. Berkat sertifikat IG itulah Sadarsah menjadi percaya diri memperkenalkan kopi gayo keseluruh dunia. Oktober 2010 ia membawa kopi gayo dalam acara Lelang Spesial Kopi Indonesia di Bali. “Kopi Sumatera Arabika Gayo mendapat nilai tertinggi saat cupping score ,” katanya.

Ternyata ada hikmah dibalik sengketa merek “Gayo” antara Holland Coffee dan Sadarsah. Dengan kejadian itu memantapkan posisi kopi gayo sebagai kopi organik terbaik dunia. “Dulu banyak yang tak kenal kopi gayo, setelah sengketa merek itu, kopi gayo malah jadi terkenal,” kata pak Sadarsah.
Read More

Tahun Ini, DKI Bangun 20 Lokasi Pertanian Modern

Tahun Ini, DKI Bangun 20 Lokasi Pertanian Modern - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun sistem pertanian modern atau hidroponik di Rumah Susun Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Tempat pertanian itu akan dijadikan sebagai contoh dan akan dibangun di 20 lokasi lainnya di Jakarta.

Tahun Ini, DKI Bangun 20 Lokasi Pertanian Modern

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengklaim, pertanian modern di rumah susun Marunda itu merupakan green house yang pertama di Jakarta. Dari mulai menanam hingga panen dibutuhkan waktu sekitar 27 hari atau sekitar satu bulan. Tanaman yang ditanam di sana diutamakan sayur-sayuran untuk dijual di supermarket dan restoran.

"Ini percobaan tapi lumayan berhasil, hari minggu mau panen dan dijual," kata Jokowi, sapaan Joko Widodo di rusun Marunda, Jumat, 11 April 2014.

Untuk menggarap pertanian kota itu, butuh 10 orang petani kota. Para petani itu dilatih secara khusus untuk bisa bercocok tanam modern dengan teknologi dengan menggunakan green house dan hidroponik.

"Yang kelola kelompok tani, ini green house dan bibitnya kami beri bantuan. Tapi diajarinya oleh petani hidroponik, Dua bulan atau tiga bulan harus bisa, nanti pindah ke tempat yang lain," terangnya.

Jokowi menambahkan, untuk tahun ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun sebanyak 20 titik pertanian modern itu. Lokasinya akan diutamakan di rumah susun yang ada di Jakarta. Kemudian di beberapa kampung deret yang sebelumnya sudah dibangun.

Kata Jokowi, modal untuk membangun satu ruangan hidroponik atau pertanian modern itu dibutuhkan biaya Rp500 juta. Kemudian setiap kali panen bisa mendapatkan keuntungan Rp20-24 juta di mana setiap satu hidroponik itu digarap oleh 10 orang.

"Kalau dikelola bersepuluh berarti kira-kira Rp2,4 juta per orang. Tapi ini kan ada yang sudah punya kerjaan, ini bisa jadi sambilan juga sore atau pagi saja," terangnya.
Read More

5 Komoditas Pertanian dan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

5 Komoditas Pertanian dan Perkebunan Indonesia yang Mendunia - Kita patut berbangga ternyata beberapa produk pertanian dan perkebunan Indonesia sangat mendunia. Ditengah meluapnya arus impor barang konsumsi dari luar negeri, komoditas pertanian dan perkebunan masih menjadi komoditi unggulan di kancah internasional. Kali ini akan kita ulas sedikit mengenai 5 komoditas pertanian dan perkebunan Indonesia yang mendunia.

5 Komoditas Pertanian dan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

1. Kelapa Sawit
Indonesia menempatkan diri sebagai produsen minyak sawit mentah terbesar di dunia. Pada tahun 2011 Indonesia menguasai pasar minyak sawit mentah dunia sebesar 47% mengungguli Malaysia di tempat ke 2 dengan 39%. Ekspor kelapa sawit mampu menyumbang devisa Negara sebesar USD 14 miliar pada tahun 2010 dan diperkirakan akan terus meningkat secara signifikan dari tahun ketahunnya.

2. Rempah-rempah

Sejak dahulu kala, Indonesia terkenal akan rempah-rempahnya. Tanaman rempah-rempah yang tumbuh subur di Indonesia menarik minat bangsa lain untuk menguasainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa dahulu banyak bangsa asing yang kaya raya akibat rempah-rempah dari Indonesia yang mempunyai nilai sangat tinggi. Sampai saat ini Indonesia masih sebagai eksportir utama rempah-rempah di dunia, diantaranya adalah pala (no. 1), kayu manis (no. 1), cengkeh (no 1) dan lada (no. 2).

3. Kakao

Indonesia merupakan penghasil kakao no 3 di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Produksinya terus tumbuh rata-rata 3,5% per tahun, pada tahun 2014 pemerintah berkomitmen untuk mengalahkan kedua Negara tersebut untuk menduduki peringkat pertama sebagai penghasil kakao terbesar di dunia. Pada tahun 2010 produksi kakao Indonesia mencapai 574 ribu ton atau menyumbang 16% produksi kakao dunia, sedangkan Pantai Gading di peringkat pertama dengan 1,6 juta ton, atau menyumbang sebesar 44%.

4. Karet

Indonesia menempati peringkat ke 2 setelah Thailand sebagai pemasok karet mentah dunia. Ada yang menyebut Indonesia sebagai Arabnya karet dunia. Meskipun kalah dalam hal jumlah dan produktifitas perkebunan karet, namun karet Indonesia disebut-sebut menang secara kualitas dibanding karet dari Thailand. Pada tahun 2011 produksi karet di Indonesia mencapai 2,8 juta ton.

5. Kopi

Saat ini Indonesia menduduki peringkat 3 sebagai produsen kopi dunia dibawah Brazil dan Kolombia. Basarnya produksi kopi Indonesia per tahun rata-rata sekitar 600 ribu ton. Dari angka ini Indonesia dapat mensuplai  7% kebutuhan kopi dunia.
Read More

Kondisi Pertanian Indonesia Saat Ini

Kondisi Pertanian Indonesia Saat Ini - Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang tidak mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Mulai dari proteksi, kredit hingga kebijakan lain tidak satu pun yang menguntungkan bagi sektor ini. Program-program pembangunan pertanian yang tidak terarah tujuannya bahkan semakin menjerumuskan sektor ini pada kehancuran. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang sangat banyak menampung luapan tenaga kerja dan sebagian besar penduduk kita tergantung padanya.

Kondisi Pertanian Indonesia Saat Ini

Perjalanan pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap penting dari keseluruhan pembangunan nasional. Ada beberapa hal yang mendasari mengapa pembangunan pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting, antara lain: potensi Sumber Daya Alam yang besar dan beragam, pangsa terhadap pendapatan nasional yang cukup besar, besarnya pangsa terhadap ekspor nasional, besarnya penduduk Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, perannya dalam penyediaan pangan masyarakat dan menjadi basis pertumbuhan di pedesaan. Potensi pertanian Indonesia yang besar namun pada kenyataannya sampai saat ini sebagian besar dari petani kita masih banyak yang termasuk golongan miskin. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah pada masa lalu bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi juga terhadap sektor pertanian keseluruhan.

Pembangunan pertanian pada masa lalu mempunyai beberapa kelemahan, yakni hanya terfokus pada usaha tani, lemahnya dukungan kebijakan makro, serta pendekatannya yang sentralistik. Akibatnya usaha pertanian di Indonesia sampai saat ini masih banyak didominasi oleh usaha dengan: (a) skala kecil, (b) modal yang terbatas, (c) penggunaan teknologi yang masih sederhana, (d) sangat dipengaruhi oleh musim, (e) wilayah pasarnya lokal, (f) umumnya berusaha dengan tenaga kerja keluarga sehingga menyebabkan terjadinya involusi pertanian (pengangguran tersembunyi), (g) akses terhadap kredit, teknologi dan pasar sangat rendah, (h) pasar komoditi pertanian yang sifatnya mono/oligopsoni yang dikuasai oleh pedagang-pedagang besar sehingga terjadi eksploitasi harga yang merugikan petani. Selain itu, masih ditambah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat pembangunan pertanian di Indonesia seperti pembaruan agraria (konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian) yang semakin tidak terkendali lagi, kurangnya penyediaan benih bermutu bagi petani, kelangkaan pupuk pada saat musim tanam datang, swasembada beras yang tidak meningkatkan kesejahteraan petani dan kasus-kasus pelanggaran Hak Asasi Petani, menuntut pemerintah untuk dapat lebih serius lagi dalam upaya penyelesaian masalah pertanian di Indonesia demi terwujudnya pembangunan pertanian Indonesia yang lebih maju demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pembangunan pertanian di masa yang akan datang tidak hanya dihadapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, namun juga dihadapkan pula pada tantangan untuk menghadapi perubahan tatanan politik di Indonesia yang mengarah pada era demokratisasi yakni tuntutan otonomi daerah dan pemberdayaan petani. Disamping itu, dihadapkan pula pada tantangan untuk mengantisipasi perubahan tatanan dunia yang mengarah pada globalisasi dunia. Oleh karena itu, pembangunan pertanian di Indonesia tidak saja dituntut untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berdaya saing tinggi namun juga mampu mengembangkan pertumbuhan daerah serta pemberdayaan masyarakat. Ketiga tantangan tersebut menjadi sebuah kerja keras bagi kita semua apabila menginginkan pertanian kita dapat menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan dapat menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Di bawah ini terdapat beberapa rekomendasi, tawaran, saran, masukan dan juga tuntutan hasil dari pemikiran mahasiswa-mahasiswa pertanian Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI) terkait strategi pembangunan pertanian di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

1. Optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh di Indonesia serta menuntut pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan.

2. Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh undang-undang.

3. Penguatan sistem kelembagaan tani dan pendidikan kepada petani, berupa program insentif usaha tani, program perbankan pertanian, pengembangan pasar dan jaringan pemasaran yang berpihak kepada petani, serta pengembangan industrialisasi yang berbasis pertanian/pedesaan, dan mempermudah akses-akses terhadap sumber-sumber informasi IPTEK.

4. Indonesia harus mampu keluar dari WTO dan segala bentuk perdagangan bebas dunia pada tahun 2014.

5. Perbaikan infrastruktur pertanian dan peningkatan teknologi tepat guna yang berwawasan pada konteks kearifan lokal serta pemanfaatan secara maksimal hasil-hasil penelitian ilmuwan lokal.6. Mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

6. Peningkatan mutu dan kesejahteraan penyuluh pertanian.

7. Membuat dan memberlakukan Undang-Undang perlindungan atas Hak Asasi Petani.

8. Memposisikan pejabat dan petugas di setiap instansi maupun institusi pertanian dan perkebunan sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.

9. Mewujudkan segera reforma agraria.

10. Perimbangan muatan informasi yang berkaitan dengan dunia pertanian serta penyusunan konsep jam tayang khusus untuk publikasi dunia pertanian di seluruh media massa yang ada.

11. Bimbingan lanjutan bagi lulusan bidang pertanian yang terintegrasi melalui penumbuhan wirausahawan dalam bidang pertanian (inkubator bisnis) berupa pelatihan dan pemagangan (retoling) yang berorientasi life skill, entrepreneurial skill dan kemandirian berusaha, program pendidikan dan pelatihan bagi generasi muda melalui kegiatan magang ke negara-negara dimana sektor pertaniannya telah berkembang maju, peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi pertanian, pengembangan program studi bidang pertanian yang mampu menarik generasi muda, serta program-program lain yang bertujuan untuk menggali potensi, minat, dan bakat generasi muda di bidang pertanian serta melahirkan generasi muda yang mempunyai sikap ilmiah, professional, kreatif, dan kepedulian sosial yang tinggi demi kemajuan pertanian Indonesia, seperti olimpiade pertanian, gerakan cinta pertanian pada anak, agriyouth camp, dan lain-lain.

12. Membrantas mafia-mafia pertanian. 

13.Melibatkan mahasiswa dalam program pembangunan pertanian melalui pelaksanaan bimbingan massal pertanian, peningkatan daya saing mahasiswa dalam kewirausahaan serta dana pendampingan untuk program–program kemahasiswaan.

Banyak hal yang harus kita lakukan dalam mengembangkan pertanian pada masa yang akan datang. Kesejahteraan petani dan keluarganya merupakan tujuan utama yang menjadi prioritas dalam melakukan program apapun. Tentu hal itu tidak boleh hanya menguntungkan satu golongan saja namun diarahkan untuk mencapai pondasi yang kuat pada pembangunan nasional. Pembangunan adalah penciptaan sistem dan tata nilai yang lebih baik hingga terjadi keadilan dan tingkat kesejahteraan yang tinggi. Pembangunan pertanian harus mengantisipasi tantangan demokratisasi dan globalisasi untuk dapat menciptakan sistem yang adil. Selain itu harus diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, khususnya petani melalui pembangunan sistem pertanian dan usaha pertanian yang kuat dan mapan. Dimana Sistem tersebut harus dapat berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan desentralistik. @diperoleh dari berbagai sumber).



Kriteria Menteri Pertanian Indonesia

1. Berlatar belakang pendidikan pertanian serta menguasai ilmu pertanian terapan dan teknis.

2. Berani turun secara langsung kelapangan melihat kondisi permasalahan pertanian di Indonesia.

3. Mampu menjadikan pertanian sebagai leading sector perekonomian bangsa.

4. Bersedia berkomunikasi dan bekerjasama serta mengikutsertakan petani, mahasiswa, institusi, dan instansi pertanian dalam pengambilan kebijakan.

5. Membuat dan mampu mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada upaya pembangunan pertanian dan kepentingan petani.

6. Berpengalaman dan berdedikasi di bidang pertanian.

7. Memiliki track record yang baik (tidak pernah terlibat kasus hukum).

8. Loyal terhadap pemerintah dan NKRI.

9. Mewujudkan program wilayah bebas korupsi (wbk) di Departemen Pertanian.

10. Berani bertindak cepat dan tepat dalam mengambil keputusan untuk kemajuan pertanian Indonesia.

11. Mampu mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia pada tahun 2014.

12. Berani membuat program peningkatan kesejahteraan untuk petani.

13. Berani membuat kebijakan bersama dengan Departemen Pendidikan Nasional agar dunia pendidikan pertanian lebih diperhatikan dan maju.
Read More