Showing posts with label alat pertanian. Show all posts
Showing posts with label alat pertanian. Show all posts
Berbagai Jenis Alat - Alat Pertanian
Berbagai Jenis Alat - Alat Pertanian - Alat dan mesin pertanian merupakan semua barang atau benda yang digunakan oleh para petani untuk melakukan proses kegiatan bertani. Fungsi dari alat pertanian adalah melakukan pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan manusia, mengembangkan keamanan dan kenyamanan agar dapat meningkatkan produktivitas kerja, mengembangkan kualitas agar mutu terjamin serta hasil dan prosesnya bisa diandalkan, mengembangkan kapasitas kerja agar intensitas tanam serta luas tanam bisa bertambah, mencegah adanya penurunan minat kerja di sektor pertanian, memberikan tenaga tambahan untuk kawasan yang membutuhkan tenaga kerja. Alat pertanian sangat fungsional dan banyak jenisnya, sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa jenis alat - alat pertanian:
Sumber Traksi dan Daya
Traktor
Traktor roda rantai
Pengolahan tanah
Rotavator
Kultivator
Bajak singkal
Garu sisir
Garu piring
Garu pegas
Subsoiler
Traktor roda dua
Budidaya Tanaman
Broadcast seeder
Planter
Transplanter
Rice Transplanter
Potato planter
Plastic mulch layer
Seed drill
Pemupukan dan Pengendalian Hama
Broadcast spreader
Manure spreader
Sprayer
Irigasi
Center pivot irrigation
Pompa air
Sprinkler
Irigasi tetes
Pemanen tebu
Chaser bin
Reaper
Binder
Combine harvester
Pemanen jagung
Pemetik kapas
Truk pertanian
Pemanen kentang
Thresher
Penggiling gabah
Polisher
Grain conveyor
Sortasi
Sortasi berat
Sortasi warna
Sortasi NIR
Sortasi dimensi
Sortasi bentuk
Sortasi densitas
Bongkar Muat
Backhoe
Front end loader
Skid-steer loader
Susu
Bulk tank
Mesin pemerah susu
Pipa susu
Modernisasi Alat Pertanian Kurang Dimanfaatkan Petani
Modernisasi Alat Pertanian Kurang Dimanfaatkan Petani - Meski memiliki manfaat yang cukup banyak akan tetapi tampaknya modernisasi alat - alat pertanian masih belum juga dimanfaatkan secara maksimal, bahkan jika hal ini dibiarkan nantinya bisa menurunkan kuantitas dan kualitas produksi padi.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura,pada kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus, Harsito dalam kegiatan sinkronisasi dan koordinasi pengusaha pembuat alat - alat dan mesin pertanian di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo Kudus kemarin memaparkan, bahwa saat ini pihaknya sudah mulai mengrahakan petani untuk menggunakan mesin dalam melakukan kegiatan tanam.
"Sebab di Kudus alat dan mesin pertanian sudah bisa diproduksi sendiri sejak beberapa tahun yang lalu hanya saja masiah sedikit memanfataatkannya, dan mereka masih menggunakan cara - cara konvensional," katanya.
Ia mencontohkan sejumlah alat pertanian yang bisa digunakan dlama kegiatan tanam mauapuanpada saat panen seperti mesin perontok padi, perajang serba guna untuk peternakan, mesin pemipil jagung serta traktor tangan untuk mengolah tanah.
"Sebenarnya dua tahun yang lalu Pemkab Kudus telah memberikan bantuan sekitar 72 unit traktor tangan kepada petani. Selain bertujuan untuk mempermudah pekerjaan mereka, bantuan yang bersifat stimulan tersebut dimaksudkan agar petani bisa beralih menggunakan mesin - mesin pertanian modern," paparnya.
Tekan Kerugian.
Manfaat lain yang bisa dipetik dengan menggunakan mesin pertanian modern in adalah untuk menekan angka kerugian, misalnya saja ketika petani melakukan panen padi tentunya membutuhkan mesin perontok.
"Jika menggunakan cara konvensional merontokkan padi menggunakan cara ditumbuk - tumbukkan otomatis hal itu berpotensi hilangnya butiran - butiran padi sehingga bisa mengakibatkan kerugian, karena kuantitasnya berkurang. Berbeda dengan menggunakan mesin perontok modern, angka kehilangan butriran padi bisa ditekan seminimal mungkin karena mesin tersbeut biasanya dilengkapi dengan penampung," ungkapnya.
Pihaknya juga berharap agar perilaku petani bisa diubah untuk beralih menggunakan mesin pertanian modern, agar hasil produksi tanaman bisa meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya. "Setidaknya alat - alat dan mesin ini bisa menolong petani menambah pemasukan," tandasnya.(Sumber Suaramerdeka.com)
Buruh Tani Minim, Petani Kujon Gunakan Transplanter
Mekanisasi menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi sulitnya mencari buruh tani, terutama saat masa tanam dan musim panen raya. Seperti yang dilakukan petani Desa Kujon, Kecamatan Ceper, Klaten. Mereka menggunakan transplanter atau mesin tanam sehingga pekerjaan lebih efisien.
Penggunaan transplanter baru dimulai musim tanam lalu. Namun hasilnya sudah bisa dirasakan. Mekanisasi dirasa lebih efisien dibandingkan dengan cara tanam tradisional. Biaya produksi dapat ditekan, karena tak lagi membutuhkan buruh tanam yang kini semakin langka dan harus mengantre.
''Kami mendapat bantuan transplanter dari Kementerian Pertanian, hasilnya cukup menggembirakan. Jauh lebih efisien dibandingkan dengan menanam dengan cara tradisional. Biaya produksi bisa ditekan sehingga menguntungkan petani,'' kata Ketua Kelompok Tani Tunas Makmur II Desa Kujon, Muladi, Rabu (2/4).
Dengan kehadiran alat dan mesin pertanian (alsintan), petani perlu lagi mengkhawatirkan minimnya buruh tani di saat musim tanam dan musim panen raya. Waktu yang diperlukan juga semakin efisien. Saat ini, jumlah buruh tani semakin minim padahal kebutuhan tenaga pertanian terus meningkat.
Penggunaan mesin memang lebih mudah, karena petani bisa mengoperasikan alat itu secara mandiri. Mereka tidak perlu tenaga operator. Waktunya pun lebih cepat, satu petak lahan hanya butuh waktu 2 hingga 3 jam. Alsintan menjadi solusi di tengah minimnya tenaga pertanian di Klaten.
''Dengan transplanter penggunaan bibit lebih efisien hanya perlu 25 kg per hektare. Kalau dengan cara tradisional butuh bibit 60 kg per hektare. Asupan nutrisi bisa lebih optimal dan pupuk lebih irit karena jarak tanam antar tanaman 30 cm, tanam jadi dapat cukup sinar matahari,'' tegas dia.
Namun bila akan menggunakan transplanter, bibit yang digunakan harus berumur sekitar 12 hari. Petani berharap, pemerintah memberikan lebih banyak bantuan alsintan agar petani tidak kesulitan mencari buruh tani. Untuk pengadaan mandiri, petani masih keberatan karena harga alat tersebut cukup mahal.(Sumber : suaramerdeka.com)
Read More
Penggunaan transplanter baru dimulai musim tanam lalu. Namun hasilnya sudah bisa dirasakan. Mekanisasi dirasa lebih efisien dibandingkan dengan cara tanam tradisional. Biaya produksi dapat ditekan, karena tak lagi membutuhkan buruh tanam yang kini semakin langka dan harus mengantre.
''Kami mendapat bantuan transplanter dari Kementerian Pertanian, hasilnya cukup menggembirakan. Jauh lebih efisien dibandingkan dengan menanam dengan cara tradisional. Biaya produksi bisa ditekan sehingga menguntungkan petani,'' kata Ketua Kelompok Tani Tunas Makmur II Desa Kujon, Muladi, Rabu (2/4).
Dengan kehadiran alat dan mesin pertanian (alsintan), petani perlu lagi mengkhawatirkan minimnya buruh tani di saat musim tanam dan musim panen raya. Waktu yang diperlukan juga semakin efisien. Saat ini, jumlah buruh tani semakin minim padahal kebutuhan tenaga pertanian terus meningkat.
Penggunaan mesin memang lebih mudah, karena petani bisa mengoperasikan alat itu secara mandiri. Mereka tidak perlu tenaga operator. Waktunya pun lebih cepat, satu petak lahan hanya butuh waktu 2 hingga 3 jam. Alsintan menjadi solusi di tengah minimnya tenaga pertanian di Klaten.
''Dengan transplanter penggunaan bibit lebih efisien hanya perlu 25 kg per hektare. Kalau dengan cara tradisional butuh bibit 60 kg per hektare. Asupan nutrisi bisa lebih optimal dan pupuk lebih irit karena jarak tanam antar tanaman 30 cm, tanam jadi dapat cukup sinar matahari,'' tegas dia.
Namun bila akan menggunakan transplanter, bibit yang digunakan harus berumur sekitar 12 hari. Petani berharap, pemerintah memberikan lebih banyak bantuan alsintan agar petani tidak kesulitan mencari buruh tani. Untuk pengadaan mandiri, petani masih keberatan karena harga alat tersebut cukup mahal.(Sumber : suaramerdeka.com)
Panca Usaha Tani, Upaya Meningkatkan Hasil Pertanian
Admin
1:14 PM
alat pertanian
,
kelompok tani
,
kementrian pertanian
,
panca usaha tani
,
pertanian
,
program pertanian
,
teknologi pertanian
,
usaha tani
Panca usaha tani adalah, 5 usaha petani agar mendapatkan hasil yang maksimal atau mendapatkan hasil yang berkualitas. Panca usaha tani terdiri dari:
1. penggunaan bibit unggul
Benih unggul merupakan benih yang telah di pilih dan di pilah agar menghasilkan kualitas yang baik dan tahan hama penyakit dan gangguan lainnya. Penggunaan bibit unggul merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi.
2. Pengolahan tanah yang baik
Tanah yang baik adalah tanah yang mampu menyediakan unsur-unsur hara secara lengkap. Selain harus mengandung zat organik dan anorganik, air dan udara, yang tidak kalah penting adalah pengolahan tanah yang bertujuan memperbaiki struktur tanah. Tanah yang gembur akibat pengolahan memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan air dan udara. Kondisi ini juga menguntungkan bagi mikro organisme tanah yang berperan dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik tanah.
3. Penumpukan yang tepat
Pemupukan bertujuan untuk menggantikan hara yang hilang terbawa panen, volatilisasi, pencucian, fiksasi, dan sebagainya.Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing usaha tani produk pertanian serta sejalan dengan berbagai isu lingkungan dan pertanian berkelanjutan yang berbasis sumber daya, makin mendorong perlunya rekomendasi teknologi spesifik lokasi,terutama pupuk.
4. Pengendalian hama/penyakit
Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mekanis, lingkungan atau ekologi, dan kimiawi.
5. Pengairan atau irigasi
irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasitambak. Rismunandar (1993) menjelaskan bahwa yang disebut irigasi merupakan usaha pengendalian, penyaluran dan pembagian air yang benar–benar diatur oleh manusia danair benar–benar tunduk kepada manusia.Manfaat irigasi air tanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai air tanah, bagaimana mekanisme dan kontribusi pembayaran irigasi airtanah oleh petani pemakaiairtanah.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)


