Showing posts with label kementrian pertanian. Show all posts
Showing posts with label kementrian pertanian. Show all posts

Kementan Sumbang Rp 200 Juta Untuk Usaha Tani & Ternak Di Sumbar

Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada para usaha tani dan peternak sapi di Jorong Taratak VIII, Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar). Dana sebesar Rp 200 juta yang diberikan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
Kementan Sumbang Rp 200 Juta Untuk Usaha Tani & Ternak Di Sumbar

“Pemerintah daerah menyambut baik bantuan pengembangan jalan sepanjang dua kilometer dengan biaya sebesar Rp 200 juta dan siap melanjutkan pengaspalan jalan,” kata Bupati Tanahdatar, M. Shadiq Pasadigoe, Jumat (4/4).
Shadiq memberikan apresiasi terhadap upaya Kementan dalam membantu pembangunan jalan tersebut. Karena bantuan ini dinilai akan dapat menunjang kegiatan pertanian dan peternakan sapi di Kelompok Tani Mitra Saiyo dan masyarakat sekitarnya.
“Dibukanya akses jalan selebar dua meter tersebut membuat petani lebih mudah mengangkut hasil pertanian, pakan ternak dan pengembangan usaha ternak sapi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Nagari Atar, Zainir menjelaskan pelaksanaan pembangunan jalan pertanian ini dikerjakan secara bergotong-royong antar sesama masyarakat. Ia mengharapkan jalan tersebut dapat diaspal dan dibuat jalan di sekeliling Talago sepanjang 1,7 kilometer dengan luas talago sekitar 5 hektare.(Sumber : merdeka.com)
Read More

Kementerian Pertanian Gagas Bioindustri Di Pedesaan

Kementerian Pertanian (Kementan) menggagas konsep bioindustri atau zero waste. Ini sebagai bagian upaya merevitalisasi unit industri pengolahan di tingkat pedesaan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Menteri Pertanian Gagas Bioindustri Di Pedesaan

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan,konsep agroiindustri tanpa limbah sebagai salah satu strategi untuk peningkatan nilai tambah dan daya saing serta kesejahteraan petani. Konsep ini, menuntut setiap lini produk mempunyai nilai jual.

"Alhasil penggunan sumber daya menjadi efisien dan dapat menekan biaya produksi," ujar Suswono saat gelar Penerapan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Menurut Mentan, melalui konsep zero waste, limbah dari budidaya tanaman diubah menjadi pakan ternak, biogas dan produk turunan lainnya. Sebaliknya, limbah peternakan dapat digunakan sebagai pupuk,bio urine dan kompos yang memungkinkan peningkatan nilai tambah di setiap rantai produksi.

"Usaha yang semula dinilai tidak layak, dapat menghasilkan produk berdaya saing, ramah lingkungan.Tentunya petani akan memperoleh tambahan pendapatan," ujar Mentan.

Mentan menambahkan, selama ini batang padi hanya dianggap limbah. Padahal, dengan luas lahan sawah di Tanah Air sekitar 13,5 juta hektare (ha) dapat diolah lagi menjadi pakan ternak.

"Dengan asumsi setiap hektar, terdapat 2 ekor sapi maka akan pencapaian program swasembada sapi dapat dicapai," terang dia.

Menurut Mentan, model serupa sudah diujicobakan sapi dengan sawit serta sapi dengan tebu. Mentan menambahkan, pengembangan bioindustri sebagai solusi usaha tani disaat setiap tahunnya luas lahan terkonversi seluas 110.000 ha.

Hal itu menuntut efisiensi usaha disaat makin terbatasnya dukungan dari sumber daya alam.Suswono juga berpendapat, pengembangan bioindustri itu juga memberikan peluang sekaligus tantangan bagi agribisnis Indonesia menghadapi MEA 2015pada Desember mendatang. "Siap atau tidak siap kita harus melaksanakan," tukas Suswono.
Read More

Institut Pertanian Bogor Lahirkan 55 Inovasi Pertanian

Rektor Institut Pertanian Bogor, Herry Suhardiyanto, mengatakan penelitian IPB menghasilkan 55 jenis inovasi produk pertanian selama 2013. “Hampir semuanya produk pangan, tapi hanya sekitar 10 persen saja yang sudah dimanfaatkan untuk publik,” ujarnya ketika ditemui di gedung Kementrian Pertanian, Senin, 3 Februari 2014.


Hasil inovasi Institut Pertanian Bogor itu, kata dia, dimanfaatkan untuk pengembangan industri pangan dan juga budidaya di daerah lain. 

Selama enam tahun, yakni sejak 2008 hingga 2013, IPB menghasilkan 234 inovasi produk pertanian. Rinciannya, pada 2008 ada 21 inovasi, kemudian pada 2009 terdapat 24 inovasi, pada 2010 terdapat 51 inovasi, pada 2011 ada 35 inovasi, pada 2012 ada 48 inovasi, dan pada 2013 terdapat 55 inovasi.

“Produk inovasi itu kami patenkan dan dikembangkan juga dengan lembaga penelitian di luar negeri,” kata Harry.

Dia menilai produk pertanian Indonesia akan bisa bersaing dalam kancah ASEAN Economic Community pada 2015 jika infrastruktur sudah siap. Infrastruktur dimaksud adalah fasilitas penunjang, seperti teknologi yang menyokong distribusi dan pengolahan.
Read More

Panca Usaha Tani, Upaya Meningkatkan Hasil Pertanian

Panca usaha tani adalah, 5 usaha petani agar mendapatkan hasil yang maksimal atau mendapatkan hasil yang berkualitas. Panca usaha tani terdiri dari: 


1. penggunaan bibit unggul 
Benih unggul merupakan benih yang telah di pilih dan di pilah agar menghasilkan kualitas yang baik dan tahan hama penyakit dan gangguan lainnya. Penggunaan bibit unggul merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi. 

2. Pengolahan tanah yang baik 
Tanah yang baik adalah tanah yang mampu menyediakan unsur-unsur hara secara lengkap. Selain harus mengandung zat organik dan anorganik, air dan udara, yang tidak kalah penting adalah pengolahan tanah yang bertujuan memperbaiki struktur tanah. Tanah yang gembur akibat pengolahan memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan air dan udara. Kondisi ini juga menguntungkan bagi mikro organisme tanah yang berperan dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik tanah. 

3. Penumpukan yang tepat 
Pemupukan bertujuan untuk menggantikan hara yang hilang terbawa panen, volatilisasi, pencucian, fiksasi, dan sebagainya.Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing usaha tani produk pertanian serta sejalan dengan berbagai isu lingkungan dan pertanian berkelanjutan yang berbasis sumber daya, makin mendorong perlunya rekomendasi teknologi spesifik lokasi,terutama pupuk. 

4. Pengendalian hama/penyakit 
Pengendalian hama dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mekanis, lingkungan atau ekologi, dan kimiawi.

5. Pengairan atau irigasi 
irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasitambak. Rismunandar (1993) menjelaskan bahwa yang disebut irigasi merupakan usaha pengendalian, penyaluran dan pembagian air yang benar–benar diatur oleh manusia danair benar–benar tunduk kepada manusia.Manfaat irigasi air tanah sebagai sumber air pertanian bagi petani pemakai air tanah, bagaimana mekanisme dan kontribusi pembayaran irigasi airtanah oleh petani pemakaiairtanah.
Read More